#Second Trip di Tirai Hujan
Setelah berisik 4 sukses dan selesai dihelat,tentunya kami semua lumayan lelah apalagi anggota muda SSD,capek yak berhubung berisik digarap setelah kami selesai pemantapan,dan belum lagi dengan beberapa agenda seperti musta,dan workshop tentunya,kami perlu sedikit penyegaran ditengah aktifitas kita yang bisa dibilang sibuk banget. Maka sebagai agenda untuk refershing,kita mutuskan untuk camping ditirai Hujan. Tirai Hujan bukan tempat asing sih,sebelum puasa gua udah kesana bareng abang mbe. Tirai Hujan adalah bukit yang ada di Taman Hutan Raya Sultan Adam Mandiangin  dia dikelilingi padang rumput yang lumayan luas.
 Finally tanggal 1 desember kemaren jam 3 kami semua berangkat dari Banjarmasin menuju Tahura,ada bekang,gua,naldi,Sunanang,Cici,Siguk,Nindia,Dana,Nia,Supian,Kristal,Fani,Sumi dan juga Juuk dan lupa lagi si Eka. Rombongan dari Banjarmasin itu aja sih orangnya sementara Fahmi dan Alma nunggu di Banjar Baru. Nggak ada special item lain sih yang gua bawa,paling - paling hammock,baju ganti dll. Dan Fani sih paling excited dia sampai punya rencana bikin bakwan dll ada ada aja nih anak. Jarak dari Banjarmasin Ke Sana kurang lebih satu jam lebih yaaa dan trackingnya gua lupa berapa. Karena satu dan lain hal kita agak sore sampai kesana dan anak - anak pada kesal soalnya pas sampai di pos retribusi mereka kudu ngeluarin kocek 22 ribu dan itu diluar rencana,sepanjang jalan mereka ngumpat dan untuk trip kali ini motor kami bawa dekat spot,kalo dulu waktu kesana sama abang mbe motor kita tinggal dan kita jalan dari warung sampai ke spotnya. kali ini kita pakai motor dan jalannya berbatu - batu gitu Dana sampai panik takut jatuh sementara guanya kegirangan. Dan akhirnya sampailah kita di Tirai Hujan,untuk keatas kita lanjutkan lagi dengan tracking sebentar,untuk tracking kedua ini,cukup enak buat gua karena nggak licin dan gua udah pakai sendal gunung. Tapi tetap aja stamina terkuras,dikit sih. Pas sampai diatas pun kita break tapi yang kerennya kita dimanjakan dengan pemandangan matahari terbenam diantara bebukitan yang keren abis. But cuma sebagian yang naik sisanya kayak Naldi nungguin dibawah,soalnya Supian mendadak hilang dari rombongan. Btw kita nggak sendiri,ada anak - anak pr himabi juga disini,dan anak anak Mapala diujung sana. Sesampainya disana gua Danang dan Bekang langsung cari spot untuk mendirikan kemah dan biar lebih privasi aja soalnya kami mau trip kali ini intim am aja hehe. dan akhirnya kita dapat spot yang lumayan dan finally kita pilihlah tempat yang agak diatas dari anak - anak Himabi. 
   Kemah didirikan dan api unggun mulai kita nyalakan,karena hari sudah menjelang malam. pada akhirnya hammock yang gua bawa cuma jadi tikar untuk didukin tapi tak apa,sepanjang malam  kita nyanyi bareng - bareng ngebayol bareng - bareng dan Iben sumpah nih anak ribut banget belum lagi Fahmi dan Naldi yang sukses bikin anak - anak pada ketawa belum lagi bekang dengan ceplas ceplos nggak berfilter lagi. dari jauh terlihat lampu - lampu di manakah itu gua asal nebak Martapura gua bilang,cantik sih walaupun malam itu nggak ada bintang cuma ada sinar bulan. Dan Jahura udah start tidur,busyet nih anak nggak dijalan,nggak disini tidur aja. Banyak cerita sih,misalnya Supian kebocoran ban,lalu gue Danang,Iben dan Bekang yang tracking kayak orang kesetanan,waktu itu kita mau nyari kayu bakar karena di tirai hujan jarang banget ada kayu yang bisa kita jadikan sebagai kayu bakar kita mutusin untuk turun ke bawah,saat lagi asyik - asyiknya nyari kayu dan air tiba - tiba langit gelap dan puncuknya ketika mulai datang rintik hujan  kita semua panik dengan membawa apa yang bisa kami bawa keatas gua nggak tahu tuh mendadak kami kayak memiliki kecepatan untuk naik,mungkin inilah namanya the power of kepepet kita naik dan begitu keatas badan langsung pegal - pegal. gila bener. 
  Walaupun sederhana apa yang udah kami lakuin tapi itu cukup ngibur gue,melihat sanak - sanak gua pada happy dengan kelakuan ajaibnya masing - masing dan sepanjang malam gua nggak tidur,gua rasa rugi ketika lu dialam dengan segala keindahannya memilih tidur. Sepanjang malam gua ngeliat Naldi dengan ketypoaannya,Danang yang dibully gara - gara ada sayap dicelananya,sama Fahmi yang selalu bikin kita ceria dan juga yang cantik ketika sekeliling kami diselimuti kabut dan puncaknya ketika matahari terbit tapi sayang ketutup kabut yang tebal sih jadi terhalang gitu hehe dan kami para pria perkasa pencari kayu bakar nyumpah begitu keatas dan ternyata ada kayu bakar yang banyak,klo tahu gitu kita nggak usah capek - capek turun bego amat ahhh 😂 ya setidknya ini menghibur gua sendiri yang cukup pilu lah dengan segala macam hal nya dan gua harap next time bisa liburan ketempat yang seru lagi.




Komentar

Postingan Populer